Exacta Private Less Menyediakan Tentor - Tentor handal berpengalaman dan telah teruji kualitasnya. Mengoptimalkan proses belajar mengajar dengan metode yang menyenangkan dan tidak membosankan. Terbukti telah mengantarkan siswa/i mencapai nilai terbaik, juara olimpiade, dan lulus di PTN pilihan. HUBUNGI EXACTA PRIVATE LESS MEDAN 0852 9634 0890 MATEMATIKA FISIKA KIMIA BIOLOGI BAHASA INGGRIS BAHASA INDONESIA EKONOMI AKUNTANSI GEOGRAFI SEJARAH SOSIOLOGI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DLL

Tuesday, January 26, 2010

Besaran dan Satuan

Besaran adalah sesuatu yang mempunyai nilai.
Satuan adalah sesuatu yang menyertai nilai besaran.
Contoh :
Massa sebuah buku 1,5 kg, artinya :
massa adalah suatu besaran
1,5 adalah suatu nilai
kg adalah suatu satuan

Besaran ada 2 macam, yaitu :
Besaran Pokok
Besaran pokok adalah besaran yang nilainya sudah ditentukan dan tidak diturunkan dari besaran lain.
Besaran Pokok Satuan Dimensi
Panjang Meter (m) L
Massa Kilogram (kg) M
Waktu Sekon (s) T
Suhu Kelvin (K) K
Kuat Arus Ampere (A) I
Intensitas Cahaya Candela (Cd) І
Jumlah Molekul mol N

Besaran Turunan
Besaran turunan adalah besaran yang diturunkan dari besaran pokok.
Contoh :
Luas (A) = Panjang x Lebar
Panjang dan lebar adalah besaran pokok dengan satuan m2.
Volume (V) = Panjang x Lebar x Tinggi
Panjang, lebar, dan tinggi adalah besaran pokok dengan satuan m3.

Massa Jenis (ρ) = Massa/Volume
Kecepatan (v) = Jarak/Waktu
Percepatan (a) = Kecepatan/Waktu
Gaya (F) = Massa x Percepatan
Usaha (W) = Gaya x Jarak
Daya (P) = Usaha/Waktu

Sistem Satuan Internasional
Sistem SI adalah sistem satuan yang digunakan dan berlaku secara internasional.
Sistem satuan SI terbagi 2, yaitu :
Satuan Internasional
MKS (m, kg, s) CGS (cm, kg, s)
Panjang m cm
Massa kg gr
Waktu s s
Gaya Newton (N) Dyne
Energi (Usaha) Joule (J) erg
Kecepatan m/s cm/s
Massa Jenis kg/m3 gr/cm3
Percepatan m/s2 cm/s2
Muatan Elektron Coulomb Stat Coulomb
1 liter = 1.000 cm3
1 Newton = 105 Dyne
1 tahun cahaya = 9,5 x 1012 km



Dalam satuan SI dikenal satuan – satuan pendamping, yaitu :

Nama Simbol Nilai
Yotto Y 1024
Zetta Z 1021
Exa E 1018
Peta P 1015
Tera T 1012
Giga G 109
Mega M 106
Kilo K 103
Hekto h 102
Deka da 101

Sunday, January 24, 2010

Contoh Materi Kimia I

BAB I. PENGENALAN ILMU KIMIA

Pengertian Ilmu Kimia

  1. Ilmu Kimia adalah bagian dari ilmu pengetahuan alam yang mempelajari mengenai sifat, komposisi, struktur, perubahan materi, maupun energi yang menyertainya.
  2. Kata "Kimia" berasal dari bahasa Arab "Al – Kimiya" artinya perubahan materi. Pertama kali dikenalkan oleh ilmuwan Arab, yaitu Jabir Ibn Hayyan tahun 700 – an Masehi.
    Cabang – Cabang Ilmu Kimia
  3. Kimia Analitik adalah cabang ilmu Kimia yang mempelajari pengidentifikasian jenis zat penyusun suatu bahan dan menentukan besar jumlahnya.
  4. Kimia Fisika adalah cabang ilmu Kimia yang mempelajari hubungan antara konsep Kimia dengan konsep Fisika.
    Contoh : Kinetika Kimia, Termodinamika, Elektrokimia, maupun Mekanika Statistik.
  5. Kimia Organik adalah cabang ilmu Kimia yang mempelajari senyawa karbon, struktur, sifat, dan reaksi senyawa organic (senyawa kimia yang molekulnya mengandung karbon).
  6. Kimia Anorganik adalah cabang ilmu Kimia yang mempelajari senyawa – senyawa anorganik (senyawa alam yang berguna sebagai penyusun benda tak hidup) seperti garam, logam, maupun mineral.
  7. Biokimia adalah cabang ilmu Kimia yang mempelajari prosesi Kimia (reaksi dan interaksi Kimia) yang berlangsung di dalam tubuh makhluk hidup.
    Ilmuwan Dunia
  • M. V. LOMONOSOV – Ilmuwan Rusia.
    Hukum kekekalan massa (1756) "Massa tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan dalam perubahan materi apa saja".
  • ANTOINE LAVOISIER (1743 – 1794) – Ahli Kimia Perancis.
    Hukum kekekalan massa Lavoisier (1783) "Massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah tetap".
  • JOHN DALTON (1776 – 1884) – Guru dan Ahli Kimia Inggris.
    Teori Atom Dalton (1803 – 1808) "Atom – atom sebagai partikel terkecil suatu unsur dan molekul – molekul adalah partikel terkecil suatu senyawa".
Teori Atom Dalton didasarkan atas tiga asumsi pokok, yaitu :

  1. Setiap unsur kimia tersusun dari atom (partikel – partikel yang tidak dapat dihancurkan dan tidak dapat dibagi lagi). Sehingga atom tidak dapat diciptakan ataupun dimusnahkan. Sehingga sebelum dan sesudah reaksi adalah sama. Hal ini menerangkan Hukum Kekekalan Massa.
  2. Atom memiliki massa dan sifat yang sama tetapi berbeda antara unsur yang satu dengan unsur yang lain. Massa atom disebut massa atom relatif (Ar).
  3. Dalam senyawa, atom – atom unsur melakukan ikatan dengan perbandingan numerik sederhana. Hal ini menerangkan Hukum Komposisi Tetap.
    Contoh : Satu atom A direaksikan dengan satu atom B (AB), Satu atom A direaksikan dengan dua atom B (AB2)
  • DMITRI MENDELEYEV
    Tabel Periodik Unsur Kimia (1869)
  • ALBERT EINSTEIN (14 Maret 1879 – 18 April 1955) – Ilmuwan Fisika Teoretis Jerman.
    Teori Relativitas, Mekanika Kuantum, Mekanika Statistik, dan Kosmologi.
    Dianugerahi Penghargaan Nobel Fisika 1921 mengenai Efek Fotoelektrik dan pengabdiannya bagi Fisika Teoretis.
    Satuan Fotokimia "Einstein", sebuah unsur kimia "Einsteinium", asteroid tahun 2001 "Einstein".
    Pada suatu papernya, Einstein berkesimpulan :
    E = m . c2 , yakni massa setara dengan kandungan energinya. 1gr massa setara dengan energi yang dapat memasok kebutuhan listrik 3000 rumah.
    c adalah laju cahaya di ruang hampa ( c >> 300 ribu km/s)

Metode Ilmiah
Metode Ilmia adalah langkah – langkah ilmiah yang diterapkan untuk mendapatkan jawaban (solusi) secara ilmiah dan logis.



  1. Merumuskan masalah
    Tentukan hal – hal yang akan diselidiki.
    Contoh : Mengapa paku bias berkarat ?
  2. Mengadakan observasi
    Amati dan kumpulkan data yang berkaitan dengan permasalahan penyelidikan.
    Contoh : Besi yang terendam air mudah berkarat.
  3. Membuat hipotesis
    Buat dugaan sementara terhadap masalah yang diselidiki.
    Contoh : Air dapat mempercepat perkaratan pada besi.
  4. Melakukan eksperimen
    Uji kebenaran terhadap hipotesis dengan bereksperimen.
  5. Menarik kesimpulan
    Penarikan kesimpulan diambil dari pengulangan eksperimen berkali – kali sehingga dapat menjadi teori. Penarikan kesimpulan terdiri dari Varian Manipulasi (besaran yang sengaja diubah – ubah) dan Varian Kontrol (besaran yang dapat berubah akibat perubahan varian manipulasi).

Bentuk laporan eksperimen secara umum :

  1. Judul
  2. Tujuan Eksperimen
  3. Alat dan Bahan
  4. Cara Kerja
  5. Hasil Eksperimen
  6. Kesimpulan

MATERI – MATERI BIMBINGAN BELAJAR SMA – MA – SMK

ALL WHAT YOU NEED :
  1. BENTUK PANGKAT, AKAR, EKSPONEN, DAN LOGARITMA
  2. FUNGSI, PERSAMAAN KUADRAT DAN LINEAR, PERTIDAKSAMAAN, DAN
  3. PROGRAM LINEAR (SATU VARIABEL DAN DUA VARIABEL)
  4. LOGIKA MATEMATIKA
  5. TRIGONOMETRI
  6. GEOMETRI / RUANG DIMENSI TIGA
  7. STATISTIKA
  8. PELUANG
  9. PERSAMAAN LINGKARAN DAN GARIS SINGGUNG
  10. SUKU BANYAK
  11. KOMPOSISI DUA FUNGSI DAN FUNGSI INVERS
  12. LIMIT FUNGSI
  13. TURUNAN
  14. INTEGRAL
  15. MATRIKS
  16. VEKTOR
  17. TRANSFORMASI
  18. BARISAN, DERET, NOTASI SIGMA, DAN INDUKSI MATEMATIKA

Saturday, January 23, 2010

Exacta Private Less

Menyediakan Tentor - Tentor handal berpengalaman dan telah teruji kualitasnya. Mengoptimalkan proses belajar mengajar dengan metode yang menyenangkan dan tidak membosankan. Terbukti telah mengantarkan siswa/i mencapai nilai terbaik, juara olimpiade, dan lulus di PTN pilihan.

HUBUNGI EXACTA PRIVATE LESS MEDAN 081396977283

MATEMATIKA FISIKA KIMIA BIOLOGI BAHASA INGGRIS BAHASA INDONESIA EKONOMI AKUNTANSI GEOGRAFI SEJARAH SOSIOLOGI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DLL